Mbah kami pamit pulang ya!” Ada yang menangis dan berkata: “hati-hati ya nak, semoga selalu diberi kesehatan.” Ada yang haru dan mendoakan: “Semoga dibalas segala kebaikan, semoga dilancarkan rizkinya, semoga dikabulkan segala hajatnya.” Mereka yang mungkin sudah tak punya keluarga, tak ada siapa-siapa lagi, atau mungkin punya tapi kurang peduli, tetap punya semangat yang hebat untuk menjalani kehidupan yang kadang terasa berat.

Mereka yang terbatas geraknya karena otot atau tubuh yang mulai melemah tak pernah mengeluh seperti halnya kita yang meski masih muda. Senyum mereka yang penuh dengan rasa syukur, canda dan tawa yang kemudian membuat haru dan malu kami. Sebab kami yang masih muda ini selalu lupa untuk bersyukur.

Usia senja yang kita semua nanti akan melewatinya, tak menjadikan mereka berputus asa. Tak menjadikan mereka berhenti disitu saja. Banyak karya yang kemudian mereka hasilkan meski tangan gemetar ketika proses membuatnya.

Semoga kakek-kakek dan nenek-nenek selalu diberikan kesehatan, ketabahan, dan kesabaran. Semoga kebahagiaan selalu mewarnai senyummu.

Dan semoga kita sadar bahwa merawat orang tua adalah kewajiban. Bukan dengan mudahnya dilimpahkan kemudian dengan entengnya dibayar.

Semoga hati kita dilembutkan, agar tak ada lagi kata kasar, tingkah tercela yang menyakiti mereka. Karena merawat mereka adalah surga.
#BaktiSosial @hsks.surabaya

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Comment