Kontektual berasal dari kata kerja Latin, contexere, yang berarti “menjalin bersama”. Kata “konteks” merujuk pada “keseluruhan situasi, latar belakang, atau lingkungan” yang berhubungan dengan diri yang terjalin bersamanya.

Kita masing-masing berada di dalam konteks yang beragam-misalnya konteks lingkungan tempat tinggal, keluarga, teman-teman, sekolah, pekerjaan, kebijakan politik, dan ekosistem bumi. Demikian juga, semua entitas yang lain, hidup maupun tak hidup, berada di dalam konteks. Untuk menyadari seluruh potensinya, semua organisme hidup, termasuk manusia, harus berada di dalam hubungan yang tepat dengan konteks mereka.

Homeschooling sangat memungkinkan untuk menampung sekaligus mendukung kegiatan belajar yang kontekstual. Seto Mulyadi

Homeschooling sangat memungkinkan untuk menampung sekaligus mendukung kegiatan belajar yang kontekstual ini. “Ketika seorang anak dapat mengaitkan isi dari mata pelajaran yang sedang dipelajarinya-seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, atau sejarah – dengan pengalaman mereka sendiri, mereka menemukan makna, dan makna memberi alasan kepada mereka untuk belajar,” tulis Elaine B. Johnson, Ph.D., dalam Contextual Teaching and Learning.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn