Konsep kegiatan belajar-mengajar di luar kelas

Kegiatan belajar-mengajar di luar kelas tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pengajaran harus tetap memiliki konsep kegiatan yang jelas sehingga dapat menjadi acuan utama bagi seorang guru yang mengajar anak di luar kelas. Setidaknya perlu memuat enam konsep utama yaitu:

Konsep proses belajar

Makna dari konsep proses belajar adalah bahwa kegiata belajar-mengajar di luar kelas didasarkan pada proses belajar interdisiliner melalui satu seri aktivitas yang dirancang untuk dilakukan di luar kelas.

Konsep aktivitas luar kelas

Konsep ini memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk memperoleh dan menguasai beragam bentuk keterampilan dasar, sikap, serta apresiasi terhadap berbagai hal yang ada di alam dan kehidupan sosial, seperti berkemah dan outbond.

Konsep lingkungan

Konsep lingkungan merujuk pada eksplorasi ekologi sebagai andalan makhluk hidup yang saling bergantung antara satu dengan yang lainnya. Dari konsep inilah, anak dapat memahami arti penting lingkungan hidup.

Konsep penelitian

Konsep inilah yang sangat membedakan antara belajar di dalam kelas dan belajar di luar kelas. Penekanan dalam konsep ini adalah agar seorang guru dapat memunculkan nalar penelitian (reseach) dalam kegiatan belajarnya di luar kelas.

Konsep eksperimentasi

Melalui eksperimen, anak dapat menemukan indikasi konkret bahwa segala yang mereka dapat di luar sekolah sesuai dengan yang mereka pahami di dalam buku.

Konsep kekeluargaan

Kegiatan belajar-mengajar di luar kelas harus dilaksanakan secara kekeluargaan. Hubungan anak dan guru mesti berjalan secara kekeluargaan, tidak seperti waktu di dalam kelas yang cenderung lebih baku.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Comment