Dewasa ini home schooling telah muncul sebagai alternatif jalur pendidikan bagi masyarakat Indonesia dan berbagai alasan telah membuat orang tua Indonesia memilih jalur pendidikan non-formal ini untuk anak mereka. Home schooling adalah suatu metode pendidikan alternatif diluar metode belajar formal di sekolah yang diterapkan dalam lingkungan rumah dan dibimbing oleh orang tua atau dengan mendatangkan staff pengajar.

Home schooling pada umumnya diterapkan kepada anak yang memiliki prestasi menonjol dalam satu bidang tertentu ataupun pada anak yang sering berpindah kota karena tuntutan profesi orang tua sehingga mengharuskan mereka memiliki waktu yang fleksibel. Selain itu home schooling juga membuka kesempatan pada orang tua untuk memastikan kualitas belajar anak dan memastikan anak mendapatkan perhatian cukup dari sang pengajar.

Dalam kasus tertentu dimana anak sudah menunjukkan bakat mereka dengan jelas, home schooling dapat membantu untuk menitikberatkan pelajaran yang berhubungan dengan bakat tersebut, atau dikenal sebagai “customized curriculum”. Selain itu, karena lingkup home schooling berbasis rumah, maka kemungkinan ia terpengaruh narkoba dari teman-temannya tentu lebih kecil. Mengenai mahal atau tidaknya, tentunya home schooling juga memberikan fleksibilitas kepada orang tua untuk menetapkan budget, dimana anda mengetahui tujuan dari pendidikan anak dan memfasilitasinya dengan semaksimal mungkin.

Adapun kelemahan dari home schooling, yaitu kemampuan sosialisasi anak yang cenderung akan melemah. Hal ini akan mempengaruhi peranan anak dalam melakukan kerjasama dalam suatu kelompok dan juga kemandirian si anak dalam mengambil keputusan atau menghadapi hal-hal diluar prediksi. Mereka akan lebih sulit membuat keputusan sendiri karena kemungkinan besar mereka terbiasa dengan orang tua yang selalu ada di sekitar mereka.

Selain kelebihan dan kelemahan dari home schooling, Anda pasti ingin tahu bagaimana peraturan perundangan Indonesia mengenai metode pendidikan ini dan penerapan sertifikasinya. Home schooling telah diatur dalam perundangan RI UU 20/2003 pasal 26 ayat (4):

“Satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.”

Peserta didik dari Komunitas Belajar yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan pada jalur pendidikan non formal.

Hal itu sejalan dengan UU 20/2003 pasal 26 ayat (6):

“Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.”

Untuk penerapan sertifikasi, anak anda dapat berpartisipasi dalam ujian Nasional kejar paket A, B, dan C, tentunya dengan melengkapi syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai peraturan pemerintah.

Pada dasarnya pendidikan merupakan kebutuhan esensial bagi anak yang tentunya mempengaruhi masa depan si kecil.Tentukan pilihan anda dengan bijaksana dengan mempertimbangkan kebutuhan sicilik.Tentunya wacana ini dapat menjadi referensi dan pertimbangan bagi anda sebagai orang tua terbaik Indonesia. (AY)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Comment