Mengatasi Trauma Pada Anak Secara umum gejala trauma pada anak dapat dikenali dari perubahan tingkah laku, misalnya tiba-tiba menjadi pendiam, murung, tidak berdaya dan mudah takut. Sementara secara fisik misalnya sering mengeluh pusing, muntah-muntah, sakit perut dan nafsu makan menurun. Gejala lainnya, anak tiba-tiba jadi mudah menangis tanpa sebab, tidak bisa tidur atau tidur dengan gelisah, tidak mau ditinggal sebentar, dan terlalu peka terhadap suara keras.

Karena trauma pada anak tidak mudah dikenali, untuk mengatasi trauma pada anak diperlukan terjaganya komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak merasa enggan atau takut untuk berbagi pengalaman buruk dengan orang tuanya. Anak-anak juga harus dijauhkan dari situasi yang terlalu menakutkan baginya. Jika anak mengalami trauma berat, berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi trauma pada anak:

1. Berikan rasa aman
Untuk mengatasi trauma anak, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan memberikan perasaan aman dan nyaman. Rasa aman dan nyaman mucul dengan memberikannya pelukan, memberikan kehangatan, dan yakinkan anak bahwa semua akan baik-baik saja. Terciptanya rasa aman membuat anak tidak merasa kecemasan yang berlebihan.

2. Biarkan anak menangis
Pada saat anak kaget atau merasa terancam, reaksi yang pertama ditimbulkan adalah menangis. Menangis merupakan cara anak untuk menyalurkan emosinya untuk menenangkan gejolak hatinya. Oleh karena itu membiarkan anak menangis untuk beberapa saat sangat dianjurkan agar emosinya berkurang dan perasaan hatinya lebih tenang. Selain itu dengan membiarkan anak menangis juga dapat mengatasi ketakutan pada anak yang diakibatkan oleh trauma tersebut.

3. Ajak bicara anak
Langkah paling mudah untuk cara menghilangkan trauma pada anak adalah dengan mengajaknya bicara. Minta padanya untuk menceritakan perasaan apa yang sedang ia rasakan. Jika anak mengidolakan suatu tokoh, gunakan tokoh tersebut untuk memancingnya berbicara. Misalnya anak menyukai tokoh spiderman, coba ceritakan pada spiderman apa yang sedang anak rasakan, spiderman akan berada disamping anak jadi jangan takut, dsb.

4. Luangkan waktu
Sesibuk apapun kita, sebaiknya sempatkan waktu kita untuk mengajaknya bermain, mengobrol, atau pun menemaninya saat tidur. Meluangkan waktu untuk anak bisa menjadi cara terbaik dalam mengatasi trauma pada anak. Hal tersebut akan memberikan ketenangan pada diri anak. Pada akhirnya, dengan berusaha selalu ada untuknya, anak tidak akan merasa sendirian dan tidak lebih stres menghadapi trauma pada dirinya.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Comment