Teknik Belajar bahasa Indonesia yang menyenangkan akan membuat siswa betah di kelas. Tidak seperti mata pelajaran lainnya yang lebih banyak penjelasan teoretis, Bahasa Indonesia lebih menekankan latihan dan praktik. Akan tetapi, latihan terus-menerus di kelas membuat siswa bosan.

Apakah Anda pernah mendapati siswa yang memiliki nilai Bahasa Indonesia kurang maksimal? Mungkin saja hal itu dikarenakan siswa tidak tertarik. Seharusnya, belajar bahasa Indonesia di kelas didesain menyenangkan seperti belajar seni. Kenapa? Karena keduanya sama-sama mengajarkan suatu keterampilan yang dapat dikuasai dengan latihan. Jadi, harus tercipta kelas yang menyenangkan agar siswa tidak bosan. Nah, jika ingin memiliki kelas yang menyenangkan, 5 teknik belajar Bahasa Indonesia berikut ini bisa Anda coba.

1. Teknik Bermain Peran

Teknik ini dapat aplikasikan saat mempelajari karya sastra. Misalnya menganalisis naskah drama. Agar dapat menghayati karya sastra tersebut, siswa dapat mempraktikkan bermain drama.

Penerapan teknik belajar Bahasa Indonesia ini untuk sangat mudah. Pertama, kumpulkan beberapa siswa dalam satu kelompok. Lalu, pilihlah seorang sutradara dan lainnya menjadi pemain. Sutradara bertugas untuk memilih pemain dan mengarahkan mereka. Dengan demikian, seluruh siswa aktif dalam pembelajaran.

2. Teknik Wawancara

Teknik wawancara juga dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Belajar bahasa Indonesia melibatkan berbagai jenis keterampilan. Salah satunya berbicara. Teknik wawancara sangat cocok untuk memperlancar keterampilan tersebut.

Cara menerapkan teknik ini sangat mudah. Siswa diminta berpasangan. Satu sebagai penanya dan lainnya penjawab. Kemudian, bergantian. Dengan teknik ini, siswa memahami teori wawancara dengan langsung mempraktikkannya. Lebih jauh lagi, siswa dapat mencoba praktik mewawancarai narasumber di luar sekolah. Bahkan, tokoh-tokoh penting di masyarakat. Hal tersebut bergantung jenjang pendidikan siswa.

3. Teknik Penyelesaian Masalah

Salah satu teknik Belajar bahasa Indonesia yang menyenangkan adalah penyelesaian masalah. Nah, teknik ini sangat cocok diterapkan untuk melatih siswa berargumentasi yang baik. Jenis materi yang dapat diaplikasikan dengan teknik ini adalah menulis argumentasi. Misalnya, siswa diberi rekaman tentang suatu permasalahan, banjir dan bencana alam. Kemudian, siswa diminta untuk menulis karangan cara mencegah banjir.

Teknik ini juga dapat dijadikan alternatif agar guru tidak selalu memberikan ceramah di kelas. Misalnya, siswa diberi teks pantun. Kemudian siswa diberi soal untuk mengidentifikasi bagian-bagiannya. Siswa akan mengerti perbedaan sampiran dan isi pada pantun saat menemukan bagian-bagian tersebut. Menyenangkan bukan pelajaran Bahasa Indonesia?

4. Teknik Permainan

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh seorang pengajar agar siswa tidak bosan di kelas adalah memberikan permainan. Permainan bisa juga digunakan sebagai salah satu teknik belajar Bahasa Indonesia untuk menguji pemahaman siswa terhadap suatu materi.

Misalnya saja, belajar dengan permainan Who Wants To Be A Millionaire. Anda dapat memodifikasi permainan ini untuk menguji salah satu materi. Siswa diminta untuk maju dan menyelesaikan soal ejaan misalnya. Soal tersebut ditampilkan di layar sehingga siswa lainnya bisa membaca. Lalu, guru memberikan skor untuk soal yang bisa dijawab. Dengan teknik ini, siswa akan tertarik dan lebih berusaha menjawab soal. Ditambah dengan hadiah menarik, kelas akan makin semarak.

5. Teknik Pembelajaran di Luar Kelas

Sekali waktu mengajak siswa belajar di luar kelas akan membuat kesan yang mendalam bagi mereka. Misalnya, saat menulis puisi. Dengan pengawasan dari guru, siswa dapat mencari inspirasi di mana pun asalkan masih di dalam lingkungan sekolah.

Saat materi menulis resensi, siswa diajak ke perpustakaan untuk memilih buku. Teknik tersebut menunjukkan siswa belajar dengan riil. Artinya, siswa tidak mengimajinasikan buku yang akan diresensi. Siswa betul-betul membaca buku tersebut dan meresensinya.

Teknik belajar Bahasa Indonesia tersebut mengarahkan siswa sebagai pusatnya. Guru sebagai fasilitator. Guru yang membuat konsep pembelajaran, mengawasi, dan mengonfirmasi hasil belajar siswa. Siswa tidak hanya diberi ceramah dan soal-soal. Mereka mempraktikkan materi pelajaran secara langsung. Hal yang tidak kalah penting adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Jika siswa senang, minat belajar akan meningkat. Selamat belajar!

Leave a Comment