tips untuk character building yang bisa dipraktikkan para pendidik.

  • Tentukan dulu pilar-pilar karakternya

Karakter dapat diukur dengan apa yang akan dilakukan seseorang saat tidak ada orang lain yang melihatnya. Karakter sejati tertanam pada tingkat yang dalam sehingga perilaku positif menjadi otomatis. Maka, tentukan karakter yang harus ditanamkan. Misalnya; kejujuran, tanggung jawab, rasa hormat, perhatian, keadilan, peduli pada orang lain, ketekunan, atau integritas. Terserah pilih mana yang ditekankan. Nah, bisa sudah ditentukan, sering-seringlah karakter ini diwujudkan dalam aktivitas belajar. Bisa dengan cara dibuat tulisan besar dan indah kemudian ditempel di dinding-dinding sekolah, bisa dengan diskusi kecil tentang pengertian karakter yang dipilih itu, bisa juga dengan kasus-kasus kecil untuk dipraktikkan. Kalau yang ditetapkan ada lima karakter, pendalamannya bisa digilir satu karakter per satu periode waktu tertentu, misalnya per satu bulan. Ini memberi waktu bagi siswa untuk memahami dan menjalankan.

  • Tegakkan aturan

Guru menetapkan aturan dasar yang sesuai untuk perilaku kelas. Tentukan apa yang diharapkan dari siswa, dan apa yang tidak boleh dilakukan. Aturannya harus jelas, dan ditegakkan. Puji siswa yang menunjukkan perilaku sesuai karakter yang baik. Jadikan mereka model positif untuk kelas. Yang menunjukkan perilaku tidak sesuai karakter segera diluruskan sesuai ketentuan.

  • Beri teladan yang baik

Siswa lebih gampang menerima teladan daripada ceramah. Siswa lebih gampang menerima model peran guru daripada deretan aturan sekolah. Maka, guru harus menunjukkan karakter positif di kelas –bahkan di mana saja. Selain guru, teladan juga bisa dicarikan dari tokoh-tokoh agama, tokoh dalam sejarah, dalam keilmuan, hingga orang-orang sekitar. Tetapkan tokoh itu, lalu mintalah siswa mempelajari kehidupannya. Diskusikan tokoh itu untuk diambil keteladanannya.

  • Hormati, hargai

Kelas harus dibangun di atas landasan saling menghormati dan saling menghargai. Rasa hormat dan respek terhadap orang lain adalah karakter positif dasar. Siapa pun di kelas yang tidak menghormati atau menghargai pihak lain, harus segera diluruskan. Termasuk gurunya.

  • Kembangkan komunitas yang peduli

Sikap peduli terhadap sesama dapat didorong dengan beraktivitas bersama-sama. Meski masing-masing mendapat tugas tertentu, dorong siswa untuk membantu temannya yang punya kendala. Selain itu, dorong siswa untuk mengenali nama masing-masing teman, mengucapkan salam, saling mendoakan, dan lain-lain. Tekan segala kemungkinan terjadinya intimidasi, buli, atau sekadar olok-olokan nama.

  • Kesukarelaan

Kembangkan sikap ‘sukarela’ dan ‘tanpa dipaksa’ untuk melakukan sesuatu atau menolong orang lain. Kembangan program relawan di sekolah. Izinkan siswa mengajari adik-adik kelasnya, membantu guru di lab komputer, membantu bersih-bersih bank sampah, menghibur teman yang baru sembuh dari sakit atau cedera. Boleh juga mengembangkan program sumbangan derma untuk tujuan yang layak. Misalnya, menabungkan uang jajan untuk membeli bibit pohon untuk penghijauan lahan kritis. Ajak para siswa menanam, lalu setahun kemudian tunjukkan jajaran pohon yang bibitnya dibeli dari uang jajan mereka.

  • Aksi berkarakter

Tantang siswa untuk membuat proyek kelas yang bermanfaat bagi sekolah atau masyarakat. Curahkan gagasan siswa yang menumbuhkan pilar-pilar karakter dalam proyek kelas itu. Misalnya, proyek bersih-bersih kampung untuk mewujudkan karakter ‘peduli terhadap sesama’. Mintalah siswa senior mengelola, dan beri mereka bimbingan saat diperlukan. Lalu, minta pula dukungan orang tua dan masyarakat agar proyek anak-anak ini berjalan sekaligus mempererat kebersamaan sekolah dengan lingkungan. Jika butuh biaya, bantu cari sponsor, donatur, atau sumbangan sesuai kebutuhan.

Leave a Comment