Mungkin sering dari kita menemukan anak atau seseorang yang suka untuk bertanya. Dan yang paling sering kita tamukan adalah pada anak usia dini. Dimana pada fase ini anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi yang membuat mereka bertanya dan menjadikan kita sebagai orang yang lebih dewasa dari mereka harus menjawab rasa keingin tahuan mereka tersebut.

Nah, terkadang dalam menghadapi rasa keingin tahuan anak tersebut ada beberapa orang yang belum siap untuk menghadapi anak tersebut, sehingga terkadang mereka mengacuhkannya.

Padahal rasa keingin tahuan inilah yang dapat merangsang kreativitas anak sehingga ia akan mendapatkan informasi-informasi baru.

Dan ketika kita sebagai orang yang lebih dewasa dari mereka mengacuhkannya dapat memutus rasa keingin tahuan anak sehingga ia malas untuk bertanya dan mencoba hal-hal baru lainnya. Sehingga tanpa disadari dapat menghentikan kreativitas anak.

Pada era sekarang sangatlah diperlukan yang namanya kreativitas, dimana dengan kreativitas kita dapat memikirkan, menemukan ide-ide baru, juga dapat menyelesaikan masalah masalah yang ada sehingga kita mampu untuk bertahan dan tidak tenggelam dalam persaingan antar bangsa dan negara.

Kreativitas ini seringkali dianggap sebagai suatu ketrampilan yang sudah didasarkan pada bakat alam, dimana mereka yang berkatlah yang bisa menjadi kreatif.

Anggapan seperti ini belum tentu sepenuhnya benar, walaupun dalam kenyataan orang yang tertentu sajalah yang mampu mengembangkan kreativitasnya. Walaupun sesungguhnya kemampuan berpikir kreatif ini pada dasarnya dimiliki oleh semua orang.

Nah, untuk pengertiannya sendiri menurut Gallagher dalam Rachmawati dikatakan bahwa “Creativity is a mental process by an individual crates new ideas or products, or recombines existing ideas and product, in fashion that is novel to him or her”, yang dapat diartikan kreativitas merupakan suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan ataupun produk baru, atau mengkombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya melekat pada dirinya.

Sedangkan menurut Mulyadi (2004) seorang psikolog perkembangan anak mengatakan, kreativitas sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Kreativitas juga bisa diartikan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir.

 

Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas Anak

Untuk merangsang kreativitas anak, harus ada faktor pendorong agar kreativitas anak dapat berkembang dengan baik. Menurut Pamilu terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kreativitas anak yaitu:

 

1. Kedekatan Emosi

Berkembangnya kreativitas anak sangat bergantung pada kedekatan emosi dari orang tua. Suasana yang mencerminkan permusuhan dapat menghambat perkembangan kreativitas anak, begitupun sebaliknya suasana yang tenang, baik, dapat mengembangkan kreativitas anak.

 

2  Kebebasan dan Respek

Anak yang kreatif biasanya memiliki orang tua yang mempercayai kemampuan yang dimiliki anak, tidak membatasi kegiatan anak, dan juga memberi kebebasan anak.

 

3. Menghargai prestasi dan kreativitas

Orang tua dari anak yang kreatif biasanya selalu mendorong anak untuk berusaha melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya dan tidak menekan pada hasil yang dikerjakan tetapi proses yang dilalui oleh anak. Orang tua dari anak yang kreatif biasanya menghargai setiap prestasi yang dimiliki oleh anak.

Kreator : Anisa Farah (kompasiana.com)

Leave a Comment