Hallo bunda…

Setiap anak akan mengalami perkembangan bahasa nya. Perkembangan bahasa sangat identik dengan kemampuan berbicara seseorang.

Setelah mendapatkan perolehan bahasa tersebut maka anak akan lanjut ke fase selanjutnya yaitu tahap perkembangan bahasa yang ia miliki.

 

Perlu kita ketahui bahwa tidak semua anak akan mengalami perkembangan yang sesuai dengan usianya.

Beberapa anak ada yang mengalami disleksia atau yang biasa kita kenal sebagai gangguan terhadap perkembangan bahasa anak.

 

Disleksia merupakan gangguan yang dialami saat proses belajar yang dapat kita ketahui melalui tanda-tanda tertentu seperti kesulitan anak membaca, menulis dan lainnya.

Disleksia ini termasuk sebagai gangguan pada saraf otak yang bertugas memproses bahasa, sehingga penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan dan cara ia mengubahnya menjadi sebuah kalimat.

 

Gangguan bahasa ini tidak hanya menyerang anak-anak saja melainkan terhadap orang dewasa juga loh. Akan tetapi kita tidak perlu khawatir mengenai prestasi anak yang dapat menurun, karena meskipun disleksia ini menyebabkan seseorang kesulitan dalam belajar dan berkomunikasi, peyakit ini tidak ada pengaruhnya terhadap tingkat kecerdasan penderitanya.

 

Seperti yang sering kita hadapi di lingkungan sekitar, masih banyak orang tua yang menganggap remeh mengenai gangguan bahasa anak. banyak yang salah menilai bahwa gangguan ini berasal murni dari perkembangan si anak. padahal, hal ini juga bisa terjadi karena anak mengalami kesulitan dalam memahami bahasa orang lain. keterlambatan penanganan sering terjadi karena kurangnya kepekaan orang tua mengenai perkembangan bahasa anak. seperti yang kita ketahui, bahasa terbagi menjadi reseptif dan ekspresif.

 

Nah seseorang yang mengalami penyakit disleksia akan menunjukkan adanya permasalahan atau gangguan dalam memahami dan menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan sehingga ia mengalami hambatan dalam berkomunikasi terhadap orang sekitarnya. Pada gangguan ini, banyak faktor yang dapat mempengaruhi. Faktor-faktor tersebut diantaranya:

 

  1. Faktor psikologis, faktor psikologis ini mencakup minat, motivasi, kematangan sosial dan kepercayaan diri seseorang.  Anaka yang tidak mampu mengatur emosinya akan mengalami kesulitan dalam belajar terutama membaca. Anak yang memiliki rasa percaya diri juga akan lebih mudah melakukan pembelajaran, sedangkan anak yang tingat percaya dirinya rendah biasanya lebih mengharapkan bantuan pihak lain saat belajar.
  2. Faktor fisiologis, hal ini memiliki hubungan dengan kondisi kesehatan anak, pertimbangan neurologisnya. Karena gangguan pada alat indera anak akan menghambat kemampuan belajar dan membacanya. Anak yang mengalami lelah fisik juga dapat mengganggu konsentrasi daat belajar.
  3. Faktor intelektual, yaitu mencakup kemampuan menyeluruh anak dalam bertindak sesuai dengan tujuan, pemikiran yang rasional, dan cara merespon lingkungan secara efektif.
  4. Faktor lingkungan, hal ini dikarenakan lingkungan dapat membentuk pribadi, sikap dan kemampuan bahasa anak. anak yang tinggal di lingkungan keluarga harmonis dan dapat membimbing anaknya dalam belajar tidak akan mengalami gangguan dan kesulitan dalam belajar dan membaca.

 

Pada anak yang mengalami penyakit disleksia, banyak gejala yang dapat kita temukan diantaranya anak akan lamban dalam mempelajari nama-nama, sering terbalik saat menulis kata yang diperintahkan, dan sulit membedakan huruf yang mirip d dan b, sulit mengucapkan kata yang tidak umum, susah mengeja dah menghitung, dan lainnya.

 

Anak yang mengalami gangguan terhadap perkembangan membacanya harus mendapatkan penangan yang baik dan segera dilakukan. Tanda- tanda permasalahan bahasa pada anak dapat kita amati sejak anak masih usia dini. Para orang tua dapat mencari informasi perkembangan bahasa dan kemampuan apa sajja yang seharusnya sudah ia kuasai di usianya.

 

Selain cara itu, orang tua juga dapat mengetahui mengenai perkembangan bahasa anak dengan cara pengaawasan yang dilakukan terhadap keseharian anaknya.

 

Akan tetapi, hanya dokter dan para psikolog yang dapat mendiagnosis gangguan bahasa pada anak. karena melalui pihak yang bertugas kita akan mendapatkan hasil yang lebih akurat karena biasanya dilakukan dengan cara skrining atau menggunakan teknologi yang sangat canggih sesuai zaman.

 

Jika sudah menemukan jawabannya, orang tua dapat membantu anak dalam proses penyembuhan disleksia ini. beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua terhadap anak yaitu membaca dengan volume suara yang keras di hadapannya, memberikan support semangat agar si anak berani dan percaya diri untuk mencoba membaca (kegiatan yang rutin akan meningkatkan kemampuan membaca anak), bekerja sama dengan pengajar atau guru psikolog anak (rutin berkomunikasi agar dapat saling mengetahui perkembangan yang dialami anak), bicara dengan anak mengenai kondisinya (beri pemahaman mengenai kondisi yang dialami anak agar ia semangat dalam belajar), batasi penggunaan teknologi (batasi waktu anak dalam menonton dan main hand phone, dan luangkan waktu lebih banyak untuk belajar), berpasrtisipasi atau bergabung dalam grup support agar anak mendapatkan dukungan dari sesama orang tua yang anaknya mengalami gangguan itu juga.

 

Kreator: Anggi Aulia Sitompul

Leave a Comment