Haloo…

Tahukah kamu, bahwa tingkat minat baca masyarakat di negara Indonesia terbilang cukup rendah loh..

Apa iya?

Daya minat baca di Indonesia menempati urutan ke 68 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019. “Tingkat literasi Indonesia pada penelitian di 70 negara itu berada di nomor 62,” ujar Staf ahli Menteri dalam negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro pada Rapat kordinasi nasional bidang perpustakaan tahun 2021. Lebih lanjut, Kepala Perpusnas M Syarif Bando mengatakan persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi.

Lantas, apa itu literasi?

Literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan. Rendahnya tingkat literasi bangsa Indonesia ditengarai karena selama berpuluh-puluh tahun bangsa Indonesia hanya berkutat pada sisi hilir. Syarif mengatakan sisi hilir yang dimaksud yakni masyarakat yang terus dihakimi sebagai masyarakat yang rendah budaya bacanya.

Literasi (membaca) tidak hanya membaca dari buku saja loh, namun juga bisa dengan kalian membaca koran, membaca majalah, artikel, bulletin dll. Jika kamu jenuh karena membaca adalah hal yang membosankan, kalian juga bisa membaca berita atau topik terkini di internet loh.

Ssstttt biar ga ketinggalan zaman. Hihihihi……….

Kira-kira apa ya yang akan terjadi jika kita tidak meningkatkan budaya membaca untuk negara Indonesia?

ada 6 (enam) dampak dari rendahnya budaya literasi masyarakat, yaitu:

  1. Tingginya angka putus sekolah. Karena tanpa budaya literasi yang kita maka kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi lemah, terlalu mudah untuk berhenti sekolah akibat ketidak-mampuan ekonomi.
  2. Merebaknya kebodohan yang tidak berujung. Karena rendahnya budaya literasi menjadi sebab ketidak-tahuan di berbagai bidang imu pengetahuan. Sehingga sulit menjadikan masyarakat untuk sadar dan paham tentang peradaban.
  3. Meluasnya kemiskinan. Karena budaya literasi rendah menjadi sebab rendahnya kompetensi dan lemahnya akses ekonomi. Kemiskinan akan terus-menerus merongrong dan kian sulit dipecahkan.
  4. Meningginya angka kriminalitas. Tindakan kriminal atau kejahatan menjadi konsekuensi logis dari pendidikan yang rendah dan kemiskinan yang tidak berujung. Sehingga norma dan nilai kehidupan pun diabaikan.
  5. Rendahnya produktivitas kerja. Karena tanpa dukungan budaya literasi yang memadai maka ilmu pengetahuan gagal diubah menjadi kreativitas yang produktif. Sehingga gagal mengoptimalkan potensi diri yang dimilik.
  6. Rentannya sikap bijak dalam menyikapi informasi. Akibatnya hoaks dan ujaran kebencian mendominasi kehiduoan dan media sosial. Hanya budaya literasi yang rendah pada akhirnya membuat sulit menyeleksi informasi benar atau tidak benar.

Nah.,

kalian sudah tahu kan tentang dampak yang ditimbulkan jika daya minat literasi di Indonesia rendah. Maka yuk mulai membiasakan membaca dan menjadikannya budaya di negara Indonesia. Ajak teman-temanmu untuk mulai membaca ya!

Sumber:

Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah, Ranking 62 Dari 70 Negara – Perpustakaan Amir Machmud (kemendagri.go.id)

Budaya Literasi Masyarakat Indonesia Rendah, Inilah 6 Dampak Mengenaskan | kumparan.com

 

 

 

 

Leave a Comment