Pendidikan merupakan hak bagi seluruh warga Indonesia, namun tidak sedikit juga orang yang berhalangan atau tidak dapat mengikuti rutinitas di pendidikan formal. Nah, maka dari itu homeschooling merupakan cara baru agar anak dapat menjalani kesibukannya namun tetap tidak ketinggalan pelajarannya. Ada beberapa fakta menarik nih tentang Homeschooling yang di rangkum oleh Homeschooling Kak Seto Surabaya:

1. Dapat menghidupkan suasana belajar yang lebih menyenangkan

Dilansir dari HomeSchoolAcademyhomeschooling dapat menantang dan menyenangkan bagi sang anak. Seorang guru pun mempunyai kesempatan yang luar biasa untuk tumbuh dan belajar bersama dengan sang anak. Bersama dengan peran orang tua, sang anak dapat menjelajahi, bereksperimen, dan unggul sebagai anggota keluarga setiap hari karena mereka saling belajar tentang kekurangan dan kelebihan satu sama lain.

Tambahan waktu yang lebih banyak membuat sang anak lebih kuat, lebih pintar, lebih terhubung, dan lebih menyenangkan. Selain itu, proses belajar mengajar berada di dalam rumah membuat suasana belajar jauh dari kata keramaian. Sehingga pikiran dapat menjadi lebih fokus dan tenang.

2. Dapat mengatur jadwal sesuai dengan keinginan kita

Homeschooling dapat memberi kekuasaan bagi orang tua dan anak untuk mengatur jadwal. Sang anak dapat meminta untuk membuat jadwal untuk membaca dan mengerjakan tugas di pagi hari. Lalu, apabila hal itu sudah diselesaikan hingga siang hari maka sang anak dapat bermain bola di lapangan, berolahraga, dan aktivitas lainnya di sore hari. Di sekolah umum, biasanya siswa terpaku dengan mata pelajaran sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Namun, berbeda dengan homeschooling anak dapat memilih jadwal untuk mengatur waktu luang nya sendiri.

3. Kegiatan belajar mengajar yang santai

Homeschooling dapat membuat sang anak mempunyai waktu yang lebih banyak sehingga sang anak menjadi lebih santai. Waktu tersebut dapat dihabiskan dengan keluarga untuk melakukan hobi, belajar, dan menonton bersama. Kegiatan belajar mengajar dapat disesuaikan dengan keinginan sang anak. Berbeda dengan sekolah umum yang terikat dengan peraturan-peraturan yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan anak-anak.

Dengan adanya jam belajar yang santai, sang anak mendapatkan pikiran yang lebih rileks sehingga tidak ada hambatan bagi nya untuk melakukan hal-hal yang lain. Selain itu, Homeschooling bebas dari adanya pekerjaan rumah.

4. Terhindar dari perilaku menyimpang

Homeschooling membuat orang tua untuk menanamkan keyakinan dan moral sang anak ke dalam pendidikan anak di setiap aspek yang di alami setiap harinya. Orang tua dapat membangun fondasi yang kuat berdasarkan keyakinan keluarga tanpa adanya pengaruh dari luar. Sebab, selama kegiatan belajar mengajar orang tua dapat mengawasi anak nya melakukan hal-hal yang dikerjakannya.

Orang tua juga dapat mengevaluasi dan memantau anaknya dalam kegiatan belajar mengajar di rumah. Dengan waktu yang banyak, akan semakin mudah bagi orang tua untuk mengajarkan hal-hal yang baik dan benar.

5. Diajarkan cara bersosialisasi dengan masyarakat

Dilansir dari CalvertEducation, salah satu dampak homeschooling adalah meningkatnya perkembangan emosional dan psikologis pada anak. Sang anak akan mendapatkan kesadaran yang lebih besar tentang dunia di sekitar mereka dan dapat mengembangkan rasa tanggung jawab yang lebih kuat. Hal itu dikarenakan perhatian yang terpusat dari sang guru untuk terus melakukan pengembangan karakter.

Melalui homeschooling, ada banyak hal yang dapat dipelajari layaknya di sekolah umum. Salah satunya tentang sopan santun. Anak diajarkan sopan agar dapat terjun langsung bersosialisasi dengan masyarakat. Anak juga diajarkan mengenai hal-hal yang sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Perhatian yang lebih terpusat

Perhatian seorang anak akan terfokus pada homeschooling yang artinya anak akan berhasil secara akademis, emosional, dan spiritual karena mereka menjadi pusat fokus setiap harinya. Anak mendapat perhatian lebih dari sang guru. Guru akan fokus terhadap perkembangan sang anak dan memberi evaluasi setiap harinya. 

Berbeda dengan di sekolah umum bahwa 1 guru harus memahami semua karakter dan sikap anak masing-masing. Guru juga dapat mendiskusikan tentang perkembangannya dengan orang tua. Respons yang cepat dari sang guru membuat orang tua lebih tanggap dalam menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan karakter anak.

7. Memberi peluang untuk bisa lebih kreatif

Adanya waktu ekstra, membuat anak dapat mengembangkan diri di luar rumah. Dengan kurikulum yang fleksibel, orang tua dapat mengajak sang anak pergi ke museum, situs bersejarah, dan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan masyarakat seperti menjadi relawan dan hal itu dapat menjadikan bagian dari pembelajaran sehari-hari mereka.

Hal ini dapat berpotensi mengembangkan jiwa kreatif mereka karena hobi sang anak dapat tersalurkan. Sehingga, guru dan orang tua pun dapat berperan lebih dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki oleh anak.

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang homeschooling. Jadi, gak perlu melulu terpaku pada sekolah yang konvensional, kelak hal ini bisa kamu terapkan pada anakmu.

Leave a Comment