Ketika anak melakukan sesuatu tak jarang dari AyBun mengkhawatirkan apakah hal tersebut berdampak baik atau tidak, sehingga membuat AyBun mengucapkan kata “Hati-hati”

Jadi, sebagai orang tua ngomongnya harus apa ya?

  1. Beri kesempatan anak untuk belajar mengenal dan mengelola risiko

❌ “Aduh Kak, hati-hati jatuh. Jangan naik-naik sendiri!”

✔️ “Kakak mau naik tangga itu? Bunda awasi dari belakang ya”

  1. Sampaikan pada anak bahwa AyBun sedang memantau dan menemaninya

❌ “Hati-hati… Jangan jauh-jauh dari Ayah ah, bahaya di sini saja!”

✔️ “Adik mau ke sana? Tapi Ayah nggak ikut, Ayah tunggu dan lihatin dari sini saja ya”

  1. Kenalkan anak sebab-akibat dari apa yang ingin/sedang dilakukan

❌ “Hati-hati Kak makannya”

✔️ “Garpu ujungnya tajam, jadi pelan-pelan aja ya Dik makannya..”

Terlalu sering mengucapkan kata “hati-hati” saat si Kecil beraktivitas dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak.

Adanya distraksi sehingga ia menahan diri untuk bereksplorasi lebih akan membuat perkembangan keterampilan terhambat.

PENTING!

Berikan tantangan yang sedikit lebih sulit jika AyBun melihat anak sudah bisa melakukan suatu hal sendiri, pastikan AyBun tetap memantau setiap ia melakukan hal baru serta menyediakan area aman dan nyaman untuk bereksplorasi.

Misal:

  • Menyediakan sendok dan garpu anak untuk ia belajar makan sendiri
  • Memberikan anak kesempatan naik tangga dengan pengawasan tanpa terus menerus bilang hati-hati

 

  • Ditinjau Oleh :

Gianti Amanda M.Psi.T, Montessori. Dipl

 

Sumber :

https://www.natureplaywa.org.au/how-to-stop-saying-be-careful-and-what-to-say-instead/

 

 

Leave a Comment